PENGANTAR KEYAYASANAN

A. Latar Belakang 

Memasuki awal abad 21, perkembangan teknonogi informasi yang dibarengi melonjaknya jumlah penduduk di Indonesia, bermunculanlah lembaga pendidikan di mana-mana, terutama Lembaga Pendidikan Islam. Sekolah Dasar Islam maupun PAUD merebak dimana-mana, baik di kota besar maupun di pedesaan. Tak ketinggalan, berdiri pula pondok pesantren yang dibarengi dengan meningkatnya tingkat kesadaran para orang tua akan pentingnya pendidikan agama bagi putra putrinya.

Seiring bertambahnya jumlah pondok pesantren di Indonesia, yang berarti pula jumlah lulusan pondok bertambah jumlahnya. Pertambahan lulusan pondok ini tidak dibarengi dengan kualitas para lulusanya dalam mengarungi kehidupan di dunia nyata. Sementara pendidikan di pondok mengarahkan para lulusanya untuk segera menikah dikarenakan menghadapi kondisi di luar pondok yang penuh dengan godaan dan fitnah syahwat yang meraja lela. Hal di atas menyebabkan para lulusan pondok yang mensegerakan menikah belum siap dengan ma’isyah yang memadahi karena belum pernah mendapatkan bekal ketrampilan dalam mencari penghasilan. 

Kenyataannya, banyak lembaga pendidikan terutama pondok pesantren yang belum mampu melahirkan lulusan yang mandiri dalam mencukupi kebutuhannya sendiri. Mereka bergantung pada bantuan atau subsidi dari masyarakat. Bahkan tidak jarang dijumpai seorang da’i hidup dari pembayaran jasa dakwah ketika sang da’i selesai mengisi pengajian.

Hal inilah yang menjadi latar belakang didirikanya yayasan Surya Esok Bahagia, dimana dengan mendirikan pondok pesantren yang lulusanya mampu berdakwah dan mandiri dengan berwiraswasta, paling tidak memberikan perubahan pandangan terhadap stigma negatif menjadi positif, bahwa lulusan pondok pesantren bisa diandalkan tidak hanya dalam urusan akhirat tetapi mampu memberikan solusi-solusi terhadap masalah dunia. 

B. Tantangan dan Peluang 

Tantangan yang dihadapi oleh yayasan dalam merealisasikan rencana program strategis maupun taktis, diantaranya terangkum dalam uraian berikut ini:

  1. Yayasan harus terus berupaya mewujudkan sumber daya insani (SDI) yang dipersiapkan untuk mengelola 10 hingga 20 tahun ke depan. Sekalipun saat ini (2021), tenaga pengelola, pendidik dan karyawan di bawah naungan yayasan dirasakan sudah mencukupi kebutuhan, namun dengan perkembangan unit pelaksana teknis yang progres setiap tahunnya mengalami kemajuan, tentu persoalan SDI ini tetap menjadi prioritas konsentrasi bagi pengurus yayasan.
  2. Seiring perkembangan organisasi yayasan yang membawahi dua unit pendidikan besar bernama pondok pesantren, tidak cukup hany dikelola dengan manajemen apa adanya. Manajemen yang mengarah pada keteraturan dan sistemik akan selalu diupayakan dengan diadakanya koordinasi dan konsulidasi rutin dan berjangka, guna mendapatkan formula manajemen yang tangguh dalam mengadapi perkembangan global di tingkat nasional maupun internasional.
  3. Kebutuhan operasional yang setiap tahun semakin meningkat, seiring semakin besarnya amanah berupa santri dan asatidzah (guru dan karyawan), yayasan tentu akan mencermati alur keuangan yang disandingkan dengan kebutuhan bulanan di yayasan maupun pondok pesantren. Upaya menanggulangi kekurangan dana operasional bulanan, tidak cukup hanya mengandalkan dana subsidi pendidikan dari para wali santri yang menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren saja, namun yayasan mengupayakan terwujudnya penggalian dana baik melalui jalur usaha pilantropy maupun usaha profit oriented.
  4. Sarana dan prasarana yang belum memadai sampai saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi yayasan guna segera mengupayakan terwujudnya sarpras yang dibutuhkan bagi terselenggaranya seluruh aktifitas di bidang pendidikan dakwah maupun sosial. Upaya yang dilakukan terus menerus setiap tahun, baik pemenuhan sarana ibadah, asrama, kelas maupun sarana transportasi diharapkan akan melengkapi sarpras yang dibutuhkan. Pemenuhan sarpras ini akan selalu dianggarkan oleh yayasan setiap tahun dalam rencana anggaran belanja yayasan di bidang sarpras.
  5. Sistem pendidikan boarding seperti pondok pesantren memang menjadi lembaga pelayanan pendidikan yang semakin diminati oleh para orang tua muslim. Dengan mempertimbangkan kondisi pergaulan di luar yang cukup menkhawatirkan para orang tua yang memiliki anak usia remaja, ponpes menjadi pilihan utama bagi mereka dalam membekali anaknya dengan ilmu agama dan umum sekaligus. Setiap tahun hampir selalu bermunculan pondok pesantren baru yang menawarkan fasilitas dan pelayanan pendidikan yang cukup beragam. Dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi yayasan dalam mengupayakan terwujudnya pondok ABM mapun IBM yang mampu bersaing dalam mutu dan pelayanan pendidikan. 
  6. Regulasi pemerintah baik pusat maupun daerah, terutama yang menyangkut kebijakan bidang pendidikan ataupun bidang dakwah dan sosial, menjadi salah satu pertimbangan bagi yayasan untuk tetap bisa mengikuti pedoman penyelenggaraan dan pelaksanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan untuk itu yayasan mengupayakan syarat dan ketentuan yang berlaku guna lancarnya pelaksanaan seluruh program yang dicanangkan. 

Sedangkan peluang yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya oleh yayasan, diantarnya adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah sumber daya insani yang dimiliki oleh yayasan, baik di Karanganyar Jateng maupun Metro Lampung merupakan peluang terbesar yang dimiliki oleh yayasan. Hal ini dikarenakan rata rata usia guru dan karyawan yang ada masih berusia antara 20-30 tahun. Sehingga masa produktif dalam bekerja dan berkarya relatif masih sangat panjang. Dengan memberikan bekal ilmu dan ketrampilan kepada mereka, ditambah dengan pendampingan dalam bekerja, diharapkan menjadikan mereka mengalami percepatan dalam bidang keilmuan dan pengalaman. 
  2. Adanya hubungan antara pengurus Yayasan dengan masayeikh di luar negeri –terutama timur tengah- serta mampu menjalin hubungan dengan perguruan tinggi dalam negeri menjadi peluang dalam mengembangan keilmuan dan menjaga mutu pendidikan di pondok pesantren, khususnya jenjang menengah dan perguruan tinggi.
  3. Era digital saat ini mejadi peluang bagi yayasan dalam menjalin hubungan kerjasama dengan pihak manapun yang bermanfaat di bidang dakwah, pendidikan dan sosial. Dan untuk itu, yayasan sudah menyiapkan perangkat dan organ Al Mubaarok Media Center yang akan mengurusi masalah kebutuhan media dalam membantu suksesnya program yang menyangkut informasi, komunikasi, promosi dan publikasi.
  4. Yayasan berupaya untuk mengembangkan lokasi pondok pesantren guna merealisasikan program program jangka menengah dan panjang. Adapun sementara waktu ini baru bisa memanfaatkan lokasi yang ada untuk memulai merealisasi program yang ada. Alhamdulillah diantara lokasi yang dimanfaatkan merupakan wakaf maupun pinjaman dari para muhsinin.
  5. Salah satu peluang bagi pondok pesantren adalah menawarkan program enterpreneurship yang dimulai dari jenjang SLTP dan berusaha mengembangan di jenjang SLTA hingga Perguruan Tinggi. Dalam hal ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi calon wali santri yang akan memasukkan putra putrinya ke lembaga pesantren AMB maupun IBM. Untuk itulah yayasan masih konsisten menyelenggarakan program ini, mendampingi program unggulan lainnya, tahfizh bersanad dan bahasa arab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *