VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI

A. Visi

Mencetak generasi da’i enterpreneur. 

B. Misi 

  1. Menyelenggarakan lembaga pendidikan tingkat menengah dan perguruan tinggi
  2. Menyelenggarakan tempat praktek enterpreneur sebagai laboratorium pendidikan
  3. Menyelenggarakan aktifitas pemberdayaan dana umat untuk kepentingan sosial dan wakaf produktif
  4. Menyelenggarakan aktifitas dakwah keumatan
  5. Menyelenggarakan usaha produktif yang halalan toyyiban

C. Tujuan 

  1. Misi 01: Lembaga pendidikan 
    1.  Jenjang SLTP: mencetak lulusan yang:
  1. Mempunyai akhlaq al krimah
  2. Memahami ulumus syar’i tingkat dasar dengan benar
  3. Mempunyai hafalan 10 jus muthqin
  4. Mempunyai karakter enterpreneurship
  5. Mampu melaksanakn amal ibadah dengan benar dan penuh kesadaran 
  6.  Jenjang SLTA
  1. Mempunyai akhlaq al karimah
  2. Memahami ulumssyar’i dan mampu melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari
  3. Hafal 20 juz melalui syahadah juz’iyyah
  4. Mampu menerapkan karakter enterpreneurship dalam kehidupan sehari-hari
  5. Melaksanakan syari’ah dan ibadah dengan benar sesuai dengan kemampuan situasi dan kondisi
  6.  Jenjang PT
  1. Mempunyai akhlaq al karimah
  2. Mampu mendakwahka ilmu syar’i kepada umat
  3. Hafal 30 juz melalui syahadah juz’iyyah
  4. Mempunyai kemampuan wirausaha
  5. *Hafal 30 juz bersanad dziroyah maupun riwayah (jurusan tahfizh)
  6. *mempunyai skill bisnis setingkat manajer (jurusan bisnis)
  7. *menguasai 50 kitab mutun, 5 diantarnya bersanad (jurusan dakwah) 
  1. Misi 02: Laboratorium pendidikan dipakai sebagai:
  1. Tempat praktek enterpreneur tingkat SLTA dan PT
  2. Usaha produksi yang hasilnya bernilai keuntungan
  3. Lokasi wisata pendidikan berbayar bagi lembaga pendidikan lain maupun keluarga 
  4. Misi 03: LPDU didirikan dalam rangka:
  1. Membantu umat Islam yang membutuhkan dari kalangan dhu’afa wal masakin
  2. Meningkatkan kepercayaan umat yayasan dalam mewujudkan visinya
  3. Sebgai alat dakwah kepada umat melalui program sosial, pendidikan dan kesehatan
  4. Misi 04: Tujuan aktifitas dakwah:
  1. Menuntun umat dalam mengaruhi kehidupan ke jalan yang benar
  2. Mengubah gradasi umat dari memusuhi menjadi netral, yang netral menjadi mendukung, yang mendukung mampu memberikan kontribusi secara aktif dan riil.
  3. Mengembangkan jaringan dakwah dan menguatkan kemampuan umat dalam mengusung misi kenabian.
  4. Misi 05: Tujuan usaha produktif:
  1. Mensupport kebutuhan pondok pesantren di bidang sarpras
  2. Mensejahterakan guru dan karyawan
  3. Meningkatkan pelayanan kepada Wali Santri maupun masyarakat sekitar

D. Strategi

Hal hal yang harus dikerjakan oleh pengurus yayasan dalam mewujudkan misi, meliputi 5 hal pokok yang selalu diupayakan mengalami peningkatan kualitas maupun kuantitas. Kelima hal pokok tersebut meliputi: Sumber daya manusia, Manajemen pengelolaan yayasan, Dana operasional, Usaha profit dan sarana pra-sarana. 

D.1 SUMBER DAYA MANUSIA 

Sumber daya manusia merupakan modal utama dalam menyelenggarakan aktifitas apapun. Apalagi dalam menyelenggarakan aktifitas pilantropy yang mengajatkan pengelola mempunyai karakter kesadaran sosial yang cukup tinggi, disamping skill manajemen yang menjadi bekal dalam mengelola organisasi. Pengelola yayasan adalah fondasi dari bangunan yayasan itu sendiri. Dan merekalah yang akan membawa seluruh aktifitas dan personal di dalamnya dalam meraih visi dan misinya.

Untuk itu, strategi yayasan dalam menyiapkan SDM yang handal meliputi:

  1. Menyiapkan personal pilihan yang akan menghandle program dalam jangka waktu tertentu
  2. Mencari personal dari luar yang dipilih melalui seleksi sesuai dengan kebutuhan tahun itu
  3. Mengup-grade personal yang sudah ada agar mengalami peningkatan kualitas
  4. Mendampingi SDM pengelola UPT dalam menjalankan tugasnya.
  5. Mengadakan monev pegawai setiap bulan sekali, melalui divisi HRD di UPT

D.2. MANAJEMEN YAYASAN

Yayasan yang baik tentu mempunyai tata aturan dan pedoman kerja dalam menjalankan aktifitasnya sebagai badan hukum yang bergerak di bidang sosial, keagamaan dan kemasyarakatan. Maju dan mundurnya yayasan juga ditentukan bagaimana manajemen yang diterapkan. Untuk itulah yayasan SEB merancang manajemennya sebagai berikut:

  1. Mengadakan koordinasi rutin pekanan yang membahas evaluasi dan problem solving
  2. Mengadakan musyawarah kerja bulanan maupun tahunan dalam menjaga dan mengarahkan UPT dalam menjalankan programnya.
  3. Mengarahkan dan mendampingi UPT di bawah yayasan agar mampu mandiri dalam manajemen pengelolaan UPT maupun biaya operasional bulanan, baik yang dipakai dalam  kegiatan maupun memberikan kesejahteraan pegawai UPTnya.
  4. Menjalin kerjasama dengan pihak lain di luar yayasan dalam mengupayakan program yang menghajatkan bantuan dari pihak lain.
  5. Memberdayakan seluruh potensi yang ada, baik intern maupun ekstern guna mengembangkan yayasan dan UPTnya.

D.3. SUMBER DANA

Ketersediaan dana dalam menjalankan seluruh program menjadi salah satu faktor yang cukup membantu kelancaran aktifitas. Terlebih bila dana tersebut diperuntukan dalam hal menopang kebutuhan pokok yayasan. Untuk itu perlu kiranya yayasan membuat strategi jangka panjang dalam menghadirkan sumber dana yang bersifat terus menerus.

Sumber dana yayasan berasal dari 3 unsur: donasi muhsinin, iuran pengurus dan wali santri serta keuntungan dari usaha profit. Ketiga hal di atas diupayakan dengan strategi sbb:

  1. Menghimbau seluruh pengurus dan pegawai agar mengeluarkan sedekah setiap pagi yang diperuntukkan program pondok 
  2. Mengadakan aktifitas fundrising bagi muhsinin luar, dengan menawarkan program sosial, keumatan dan keagamaan.
  3. Mengupayakan usaha wakaf produktif dengan memberikan peluang muhsinin dengan sistem bagi hasil ataupun sedekah pinjam.
  4. Meningkatkan daya bayar wali santri dengan cara meningkatakn mutu pendidikan dan pelayanan
  5. Mengupayakan aktifitas usaha profit baik dikelola oleh yayasan maupun masing-masing UPT

D.4. USAHA PROFIT

Untuk menopang biaya operasional yayasan maupun UPT di bawahnya, perlu ada usaha profit yang diselenggarakan oleh yayasan. Untuk itu perlu ada upaya yang riil dari pengurus dalam merealisasi usaha ini. Strategi yang diupayakan oleh yayasan sbb:

  1. Memaksimalkan penjualan roti surya melalui jaringan lembaga pendidikan
  2. Mengelola wakaf produktif dari muhsinin dengan sistem bagi hasil atau sedekah pinjam
  3. Mengembangkan usaha Syirkah Ta’awuniyah di Ponpes 
  4. Mencari peluang usaha baru yang mendukung program pendidikan di UPT, diantarnya usaha penerbitan, produksi jajanan pasar, rumah aqiqah dan agrobisnis (pertanian dan peternakan) 

D.5. SARANA PRASARANA

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh yayasan maupun UPT saat ini belum mencukupi dalam melayani umat Islam, khususnya wali santri yang menitipkan putra putrinya ke UPT di bawah yayasan. Untuk itulah yayasan berusaha mengupayakan agar sarpras yang dibutuhkan bisa tercukupi.

Adapun strategi yayasan dalam mengupayakan sarpras sbb:

  1. Memaksimalkan lokasi yang ada dalam melayani pelanggan
  2. Menawarkan kepada seluruh pihak dalam menyediakan sarpras UPT yang dibutuhkan
  3. Bekerjasama dengan pihak investor (perorangan/lembaga) dalam pembangunan sarpras yang dibutuhkan.

E. Merancang Rencana Strategis Tahunan

Renstra dirancang dalam target tahunan yang menjadi fokus pekerjaan di setiap tahunya. Setiap strastegi pada suatu tahun mendasari strategi tahun berikutnya, sehingga strategi tersebut akan disempurnakan di tahun tahun berikutnya. Adapun lebih rincinya sebagai berikut:

  1. Strategi Tahun 2021: Perbaikan manajemen organisasi dan peningkatan kompetensi SDM.

Yayasan akan lebih fokus menyelesaikan persoalan ke dalam, khususnya menyiapkan personality, mentality dan spirituality para pengelola dan pelaksana program di setiap UPT yayasan. Ada dua titik tekan yang diharapkan bisa terlaksana di tahun ini, yaitu:

  1. Yayasan akan melaksanakan fungsi mananjemen dalam mengelola UPT dengan menekankan soliditas tim, prosedural dan mengarah pada sistemik
  2. Untuk keperluan di atas, yayasan perlu peningkatan kompetensi pengelola dan pegawai dalam mentality dan spiritualy. Melalui proses pensadaran yang dikemas dalam workshop dan pelatihan, serta diadakan penilaian secara berkala.
  1. Strategi Tahun 2022: Peningkatan aktifitas penggalian dana.

Setelah SDM dan Organisasi menemukan format pengelolaanya, maka tahun ini yayasan akan fokus mengupayakan sebanyak mungkin aktifitas penggalian dana melalui tiga cara:

  1. Peningkatan pemasukan melalui donasi, baik rutin bulanan maupun insidental per proyek proposal sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini yayasan perlu memberikan arahan dan pendampingan dalam upaya menigkatkan donasi, baik bekal ruhani maupun manajemen fundrising yang membutuhkan kreatifitas dalam penggalangan dana. 
  2. Penyelenggaraan aktifitas usaha profit dengan merintis usaha syirkah ta’awuniyah yayasan maupun usaha profit lain yang halalan toyyiban. Bila memungkinkan usaha yayasan ini dikelola dengan profesional mungkin, bahkan bisa berdiri sendiri sebagai Badan Usaha milik yayasan yang berbadan hukum resmi dari kementrian perdagangan.
  3. Aktifitas media promosi dan publikasi akan sangat membantu proses kelancaran dalam pertanggungjawabn publik sehingga lebih dipercaya, serta sebagai sarana pengembangan donasi maupun usaha yayasan melalui penawaran di mass media, terutama media sosial yang dikelola secara profesional
  1. Strategi Tahun 2023: Penambahan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Perbaikan manajemen dan peningkatan kompetensi SDM dan Dana diharapkan mampu mengarah pada pengembangan UPT berupa pendirian unit baru, antara lain:

  1. Unit Pendidikan, bisa jenjang lanjutan atau unit pendidikan dan latihan
  2. Unit Usaha, bisa penerbitan, herbal, jasa, produksi pertanian dan lain sebagainya
  3. Unit Pelayanan Sosial, bisa rumah sehat, klinik gratis, penitipan anak dan lain sebagainya

Dalam melaksanakan strategi tahun ini, diperlukan persiapan berupa perancangan proyek sejak tahun 2021, sehingga cukup waktu dalam mempersiapkan intrumen persyaratan maupun infrastruktur yang diperlukan.

  1. Strategi Tahun 2024: Pemantapan program pendukung 

Pondok pesantren menjadi program utama memerlukan program pendukung yang sangat diperlukan bagi keberlangsungan ponpes dari masa ke masa. Untuk itulah perlu ada pementapan program pendukung tersebut. Diantara program pendukung yang sangat diperlukan oleh ponpes adalah sebagai berikut:

  1. Program Dakwah

Program dakwah bisa dikemas dalam beberapa bentuk, seperti: rumah qur’an, majlis taklim, mimbar tabligh, kajian dauroh, diklat da’i dan khotib jum’at dan lain sebagainya.

  1. Program Sosial

Program sosial bisa dikemas dalam beberapa bentuk, seperti: rumah sedekah, rumah sehat, pelayanan kesehatan umat, baksos, pedulil bencana dan lain sebagainya.

  1. Program Kehumasan

Program kehumasan berupa peduli lingkungan, kunjungan toga dan toma, kerjasama instansi terkait, penyiaran dan publikasi, protokoler, pelayanan pelanggan, donatur dan lain sebagainya. 

  1. Strategi Tahun 2025: Pencapaian manajemen holistik, sistemik dan kharismatik (holsiskha)

Yayasan berharap pada tahun ini manajemen organisasi sudah berjalan secara holisiskha yang meliputi:

  1. Sebagian besar pengelola dan pelaksana sudah satu visi dalam memandang masa depan organisasi, satu misi dalam pelaksanaan program dan satu tujuan dalam mindset perjuangan.
  2. Sebagian besar UPT di bawah yayasan sudah melaksanakan manajemen secara teratur dan terukur, serta berkolaborasi saling mendukung satu dengan yang lain.
  3. Sebagian besar UPT dan para pengelolanya mampu memberikan daya tarik kepada yang lain, bahkan mampu memberikan manfaat kepada organisasi lain di luar yayasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *